Sidoarjo.kliksurabaya.co.id – Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 09 Gowa menjadi bagian dari langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam menghadirkan satuan pendidikan bermutu yang tidak hanya menjadi ruang belajar bagi murid, tetapi juga pusat pengembangan talenta dan model peningkatan mutu pendidikan bagi sekolah di sekitarnya.
Kepala Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Selatan, Imran, menyatakan bahwa kehadiran SNT 09 Gowa menjadi kekuatan baru untuk melakukan akselerasi pemerataan kualitas pendidikan di wilayah tersebut. Sekolah ini didesain dengan standar sarana prasarana, pembiayaan, dan tenaga pengajar yang di atas rata-rata guna memastikan kemajuan prestasi murid berjalan optimal. “SNT 9 Gowa akan menjadi modeling pengembangan untuk sekolah-sekolah lainnya. Dalam konteks penjaminan mutu, sekolah ini berperan sebagai sister school bagi lingkungan sekitarnya sehingga transformasi kualitas pendidikan menjadi lebih mudah sebagai amplifikator utama di daerah,” ujar Imran dalam pernyataan yang disampaikan pada Selasa (11/8).
Imran menambahkan bahwa BPMP memberikan dukungan optimal mulai dari koordinasi peninjauan lokasi hingga pengawalan teknis di lapangan. Selain menjadi inkubator utama bagi para widyaprada dalam pengembangan model pembelajaran, SNT 09 Gowa diposisikan sebagai program mercusuar yang tetap mengedepankan karakteristik kedaerahan dan kearifan lokal dalam kurikulumnya.
Sementara itu, Kepala SNT 09 Gowa, M. Sahrul, menjelaskan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 ini, pihaknya fokus menerjemahkan visi pengembangan talenta melalui pelaksanaan MPLS Ramah. Visi tersebut bertujuan membantu setiap murid menemukan potensi terbaik mereka tanpa adanya penyeragaman dalam proses pembelajaran.
“Kami membangun pola pikir bahwa pendekatan tekanan atau senioritas tidak boleh ada di sekolah. Kami mengedepankan prinsip student voice, student choice, dan ownership agar murid merasa didengar sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua (their second home) yang aman dan nyaman bagi mereka,” tegas Sahrul.
Sahrul juga menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas World-Class Laboratories dan Creative Arts Studio sebagai ruang aktualisasi dan eksperimen bagi murid. Integrasi jenjang SMP dan SMA dalam satu manajemen memungkinkan guru untuk memantau kebutuhan belajar secara berkelanjutan, mulai dari tahap eksplorasi hingga tahap unjuk karya yang terspesialisasi.
Salah satu murid angkatan pertama SNT 09 Gowa, Afni Afiqah Arifin, mengungkapkan alasannya bergabung karena tertarik dengan konsep pembelajaran yang luas dan fasilitas laboratorium yang lengkap. Afni yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua OSIS ini berharap SNT dapat menjadi wadah untuk mengasah jiwa kepemimpinannya lebih dalam.
“Awalnya saya merasa gugup karena lingkungan yang baru, tetapi selama MPLS semuanya menjadi sangat menyenangkan karena guru dan teman-teman sangat menyambut. Saya ingin memanfaatkan kesempatan belajar di sini sebaik mungkin untuk mencapai cita-cita dan membanggakan orang tua,” kata Afni.
Kehadiran SNT 09 Gowa melalui mandat Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 menjadi simbol harapan baru bagi pemerataan mutu pendidikan di Sulawesi Selatan menuju Indonesia Emas 2045. Kemendikdasmen mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersinergi mendukung ekosistem SNT sebagai pusat keunggulan dan katalisator inovasi pendidikan di daerah.***
